Ribuan Jamaah Bergelombang Salatkan Jenazah Buya Ibdalsyah di Masjid Ibn Khaldun Bogor

intern KalamTV
04 Okt 2026
815 views
No image available
Bogor (KalamTV.id) — Ribuan jamaah datang secara bergelombang ke Masjid Ibn Khaldun Bogor, Ahad (4/10/2026), untuk menyalatkan jenazah almarhum Buya Ibdalsyah. Mereka datang dari berbagai wilayah, khususnya Bogor, membawa suasana duka sekaligus penghormatan terakhir bagi sosok yang dikenal dekat dengan santri, mahasiswa, dan masyarakat.

Salat jenazah berlangsung dalam beberapa gelombang. Pada gelombang pertama, salat dipimpin KH Didin Hafidhuddin dan diikuti banyak jamaah dari berbagai kalangan. Banyak ulama dan tokoh yang hadir dalam prosesi salat jenazah Buya Ibdalsyah.

Kabar kepergian Buya Ibdalsyah yang disebut mendadak membuat suasana di Masjid Ibn Khaldun dipenuhi rasa kehilangan. Di antara jamaah yang hadir, tampak mereka yang selama ini mengenal almarhum sebagai guru, sahabat, pembimbing, sekaligus sosok yang gemar membantu sesama.

Mewakili civitas akademika, Direktur Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Hendri Tanjung, menyampaikan kesaksiannya tentang sosok almarhum.

“Saya bersaksi beliau orang baik. Beliau orang saleh, pejuang, guru sejati. Kita sangat berduka, kepergian beliau mendadak,” ujar Hendri dalam sambutannya.

Hendri menuturkan, dirinya telah berkawan dengan Buya Ibdalsyah selama puluhan tahun. Sepanjang mengenalnya, almarhum dikenal jarang mengalami sakit.

Ia pun mengajak jamaah untuk mendoakan almarhum dan melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang selama ini diperjuangkannya.

“Semoga Allah mengampuni beliau, menjadikan kuburnya taman surga, dan kita bisa mengikuti jejak kebaikan dan perjuangannya,” tuturnya.

Hendri juga menyampaikan terima kasih kepada jamaah yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Buya Ibdalsyah.

Kesaksian serupa disampaikan Wakil Rektor UIKA Bogor, Hambari. Menurutnya, Buya Ibdalsyah merupakan sosok yang dikenal suka menolong, terutama kepada santri dan mahasiswa.

“Beliau orang baik yang suka menolong orang. Kepada santri, mahasiswa, tidak ada mahasiswa yang datang meminta bantuan yang tidak dibantu oleh Buya. Beliau sosok yang pemurah,” kata Hambari.

Bagi mereka yang pernah berinteraksi dengannya, kebaikan Buya Ibdalsyah bukan sekadar cerita. Kepedulian kepada orang lain hadir dalam keseharian, termasuk ketika mahasiswa membutuhkan bantuan.

Karena itu, kepergian Buya Ibdalsyah meninggalkan kesan mendalam bagi lingkungan kampus dan masyarakat yang mengenalnya. Doa agar amal kebaikannya terus mengalir pun disampaikan dalam suasana penghormatan terakhir tersebut.

“Semoga kebaikannya menjadikan pahala yang terus mengalir,” ujar Hambari.

Di tengah lautan jamaah yang datang, keluarga almarhum turut menyampaikan terima kasih atas kehadiran masyarakat yang memberikan penghormatan terakhir.

Keluarga juga meminta maaf apabila selama hidupnya Buya Ibdalsyah pernah melakukan kesalahan kepada siapa pun. Mereka sekaligus menyampaikan pesan kepada pihak yang memiliki urusan utang piutang dengan almarhum agar dapat menghubungi keluarga untuk diselesaikan.

Ahad pagi itu, Masjid Ibn Khaldun bukan sekadar menjadi tempat pelaksanaan salat jenazah. Masjid tersebut menjadi ruang perpisahan bagi ribuan orang yang pernah mengenal, belajar, dibantu, atau sekadar berinteraksi dengan Buya Ibdalsyah.

Mereka datang bergelombang, tetapi membawa satu hal yang sama: doa untuk seorang guru, pejuang, dan sosok yang dikenang karena kebaikannya. []
18 hari yang lalu

Bagikan artikel ini

Bantu sebarkan informasi bermanfaat ini ke media sosial

Konten Terkait