Buya Ibdalsyah Berpulang, Bogor Kehilangan Ulama yang Santun dan Istiqamah Membina Umat

Syaiful Falah
03 Okt 2026
3236 views
No image available
Bogor (KalamTV.id) – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan dan dakwah Islam di Bogor. Buya Ibdalsyah, ulama sekaligus akademisi Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, berpulang ke rahmatullah pada Sabtu malam.

Kabar duka tersebut diterima KalamTV pada Sabtu malam (3/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Telah berpulang ke rahmatullah, guru dan orang tua kita, Buya Dr. Ibdalsyah,” demikian pesan duka yang diterima KalamTV.

Kabarnya, jenazah almarhum akan dibawa ke rumah beliau dari Rumah Sakit Islam Bogor dan akan dishalatkan usai kajian Ahad pagi (4/10) oleh KH Didin Hafidhuddin dan jamaah di Masjid Ibn Khaldun Bogor.

Kepergian Buya Ibdal, sapaan akrabnya, bukan sekadar kehilangan bagi keluarga. Bagi dunia pendidikan Islam dan dakwah di Bogor, kepergian beliau meninggalkan ruang yang mendalam.

Buya Ibdalsyah dikenal sebagai akademisi, ulama, dan tokoh pendidikan Islam yang telah lama mendedikasikan dirinya untuk ilmu dan pembinaan umat. Di lingkungan UIKA Bogor, beliau dikenal sebagai dosen senior sekaligus salah satu jajaran pimpinan universitas.

Beliau aktif mengajar di Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam serta Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor. Namun kiprah Buya Ibdal tidak berhenti di ruang-ruang kuliah.

Di luar kampus, beliau terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai majelis ilmu dan kajian keislaman. Ilmu yang beliau miliki tidak hanya disampaikan kepada mahasiswa, tetapi juga diwariskan kepada masyarakat melalui pengajian-pengajian yang diasuhnya secara istiqamah.

Salah satunya adalah kajian kitab Riyadhussalihin di Masjid As-Sopia Bogor. Buya Ibdal juga mengasuh kajian Kitab Mukhtarul Ahadist di Pondok Pesantren Mahasiswa Santri (PPMS) Ulil Albaab/Masjid Ibn Khaldun Bogor.

Kajian-kajian tersebut menjadi ruang perjumpaan antara ilmu, nasihat, dan pembinaan umat. Di sana, Buya Ibdal tidak hanya hadir sebagai seorang pengajar, tetapi juga sebagai guru yang membimbing jamaah dan mahasiswa untuk mendalami ajaran Islam.

Beliau juga rutin mengisi Kajian Sabtu Pagi Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor yang diikuti civitas akademika maupun masyarakat umum.

Bagi para mahasiswa, Buya Ibdal dikenal sebagai sosok guru yang santun, istiqamah dalam berdakwah, serta memiliki kedalaman ilmu, khususnya dalam bidang Syariah dan Pendidikan Islam.

Jejak pengabdian itu pula yang membuat kepergian Buya Ibdal terasa sebagai kehilangan seorang guru. Sebab ilmu yang disampaikan selama bertahun-tahun telah berpindah dari ruang kelas ke ruang-ruang pengajian, dari majelis ilmu kepada para mahasiswa, dan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Dalam pesan duka yang diterima KalamTV, keluarga, sahabat, mahasiswa, dan masyarakat diajak untuk bersama-sama mendoakan Buya Ibdal.

“Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadah dan pengabdian beliau, melapangkan dan menerangi alam kuburnya, serta menempatkan Buya di tempat terbaik di sisi-Nya,” demikian doa yang disampaikan.

Harapan juga dipanjatkan agar seluruh ilmu, nasihat, kebaikan, dan pengabdian yang telah diberikan Buya Ibdal menjadi amal jariyah yang terus mengalir serta menjadi pemberat timbangan kebaikannya di akhirat.

Allāhummaghfirlahu warhamhu wa ‘āfihi wa‘fu ‘anhu.(Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah kesalahannya.)

Kepergian seorang guru memang meninggalkan duka. Namun bagi orang-orang yang pernah menerima ilmu dan nasihatnya, warisan seorang guru tidak berhenti ketika jasadnya telah kembali kepada Allah.

Ilmu yang diajarkan, nasihat yang disampaikan, dan kebaikan yang ditanamkan akan terus hidup melalui orang-orang yang pernah belajar dan dibimbingnya.

“Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan kepada Umi serta seluruh keluarga yang ditinggalkan.”

“Selamat jalan, Buya. InsyaAllah segala ilmu dan kebaikan yang Buya tanamkan akan senantiasa hidup dan menjadi jejak kebaikan bagi kami semua.”

Allāhumma āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
18 hari yang lalu

Bagikan artikel ini

Bantu sebarkan informasi bermanfaat ini ke media sosial

Konten Terkait